Pencarian

Saham Raksasa Teknologi Dilepas, USD 2,5 Triliun Nilai Pasar Lenyap

Jumat, 06 November 2026 • 21:05:31 WIB
Saham Raksasa Teknologi Dilepas, USD 2,5 Triliun Nilai Pasar Lenyap
Pekerja melintas di depan layar pergerakan indeks saham di Bursa Efek Indonesia.

KALIMANTAN TIMUR — Aksi jual di Wall Street menghapus sekitar USD 2,5 triliun (setara Rp 45 ribu triliun) nilai pasar saham teknologi dalam sehari. Kejatuhan dipicu kemenangan Partai Demokrat di Texas yang berkampanye moratorium data center, pusat investasi AI Google, Meta, Oracle, dan OpenAI. Indeks Kospi Korea Selatan langsung anjlok hampir 9% pada pembukaan Jumat dan memicu penghentian perdagangan 20 menit.

Bursa Asia menerima getaran pertama dari kejatuhan Wall Street. Indeks Kospi Korea Selatan merosot hampir 9% saat pembukaan pasar Jumat, memaksa bursa menghentikan perdagangan selama 20 menit. Nasdaq mencatat hari terburuk sejak April 2025, begitu pula S&P 500 dan Dow.

Pemicu Utama: Kursi Gubernur Texas

Gina Hinojosa memenangkan kursi gubernur Texas dari Partai Demokrat. Selama kampanye, ia menjanjikan moratorium pembangunan data center baru dan penghapusan sejumlah insentif pajak bagi perusahaan yang membangun fasilitas di negara bagian itu.

Texas bukan wilayah biasa dalam peta AI Amerika Serikat. Google, Meta, Oracle, dan OpenAI menanamkan investasi besar di data center sana. Janji moratorium langsung mengubah kalkulasi investor terhadap rencana ekspansi infrastruktur mereka.

Saham Chip dan Infrastruktur Paling Terpukul

Pembuat chip dan perusahaan penunjang infrastruktur AI menjadi sasaran utama aksi jual. Investor mempertimbangkan ulang implikasi kemenangan Demokrat di negara bagian yang menjadi pusat pembangunan data center.

Keraguan sebenarnya sudah mengendap lebih lama. Laju pembangunan data center yang agresif memunculkan pertanyaan apakah perusahaan membangun kapasitas secara berlebihan, mengingat fasilitas itu kini menopang hampir semua layanan digital, dari AI hingga internet.

Pandangan Pengamat: Gelembung Perlu Dikempiskan

Ed Yardeni, pengamat pasar dan presiden Yardeni Research, menilai koreksi ini justru sehat bagi industri.

"Kita memang butuh perlambatan. Sebelumnya, sektor ini terlalu hingar-bingar dan spekulatif. Kini kita membiarkan angin keluar dari gelembung AI. Lebih baik membiarkan angin keluar ketimbang membiarkannya meletus," ujarnya.

Dampak ke Pasar Teknologi Indonesia

Tekanan pada saham teknologi global biasanya merambat ke sentimen investor di pasar berkembang, termasuk Indonesia. Startup lokal yang sedang menggalang pendanaan menghadapi lingkungan valuasi yang lebih ketat bila aksi jual berlanjut.

Kepastian arah kebijakan data center Texas menjadi variabel yang dipantau pelaku industri AI. Sampai ada kejelasan regulasi, volatilitas saham teknologi kemungkinan bertahan dalam beberapa pekan ke depan.

Follow kaltim.delapanmedia.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks